Sejarah pertelevisian di Indonesia memang panjang, Dalam perjalananya, Dunia pertelevisian Indonesia tak lepas dari adanya unsur politik negeri Ini. Di dalam daftar 10 Stasiun Televisi swata pertama di Indonesia ini, anda akan melihat betapa peran banyak politisi dalam proses pembangunan Stasiun televisi swasta di Indonesia ini. Dalam daftar ini, kami hanya akan menyertakan stasiun televisi swasta yang sudah bertingkat nasional, dan bukan regional (jadi jangan heran jika Jogja Tv, Bali TV, Jak Tv, dan yang lainya tidak akan masuk dalam daftar ini). Pengurutan daftar ini kami dasarkan pada tanggal penyiaran nasional perdana, dan bukan berdasarkan tanggal berdirinya.
Berikut adalah daftar 10 Stasiun televisi swasta pertama di Indonesia:
1. RCTI
RCTI atau Rajawali Citra Televivi Indonesia adalah satsiun televisi swasta pertama di Indonesia. RCTI didirikan untuk saranan alternatif siaran tontonan yang menarik yang sebelumnya selalu didominasi oleh TVRI (gimana nggak mendominasi, la TVRI kan stasiun televisi satu-satunya di Indonesia). Dan mengudara pertama kalinya pada tanggal 1 Januari 1987. dan kemudian memulai siaran percobaan secara global pada tanggal 1 januari 1988 dan Diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1989. Pada awalnya Ijin siaran RCTI awalnya adalah untuk area Jabodetabek, tapi karena semakin hari semakin banyak peminat siaran RCTI, maka kemudian RCTI mulai siaran secara bebas di Indonesia dengan dibarengi ijin pemerintah atas hak siaran di Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1990

2. TPI
TPI (dulu merupakan singkatan dari Televisi Pendidikan Indonesia) merupakan Stasiun Swasta kedua di Indonesia, pada awalnya, TPI merupakan stasiun yang berbagi dengn TVRI yang khusus menyiarkan berbagai acara pendidikan dan edukasi. Mengudara secara nasional pertama kalinya pada tanggal 1 Januari 1991.dan diresmikan pada tanggal 23 Januari 1991 oleh Presiden Soeharto di Studio 12 TVRI. Walaupun dulunya TPI berkongsi dengan TVRI, tapi di pertengahan tahun 90-an, TPI mulai memisahkan diri dari TVRi dan mulai membuat siaran sendiri serta mulai mengurangi siaran pendidikan, dan kemudian berubah kepanjangan menjadi Televisi Paling Indonesia.
.jpg)
